bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Juli 28, 2011

DOA SEORANG WANITA UNTUK LELAKI PUJAAN HATINYA



YA RABBI...

Aku berdoa untuk seorang lelaki yang akan menjadi sebagian dari hidupku.
Seorang lelaki yang sungguh mencintai-MU lebih dari segala sesuatunya.
Seorang lelaki yang akan meletakkanku pada kedudukan kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang lelaki yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-MU.

Seorang lelaki yang mempunyai sekeping hati yang sungguh mencintai dan dahaga akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menauladani sifat-sifat agung-Mu.
Seorang lelaki yang mengetahui untuk siapa dan untuk apa dia hidup,sehingga hidupnya tak pernah sia-sia.
Seorang lelaki yang memiliki hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.

Seorang lelaki yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku.
Seorang lelaki yang tidak hanya memujaku tapi bisa menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang lelaki yang mencintaiku bukan karena parasku tapi karena hatiku.
Seorang lelaki yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.

Seorang lelaki yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada di sisinya.
Seorang lelaki yang memerlukan sokonganku sebagai peneguhnya.
Seorang lelaki yang memerlukan doaku untuk kehidupannya.
Seorang lelaki yang memerlukan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seorang lelaki yang memerlukan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.


Dan aku juga meminta..
Jadikanlah aku seorang perempuan yang dapat membuat lelaki itu bangga.
Berikan aku sekeping hati yang sungguh mencintai-MU..hingga aku dapat mencintainya dengan cinta-MU..bukan mencintainya dengan sekadar cintaku.
Berikanlah sifat-MU yang lembut sehingga kecantikanku datang dari-MU bukan dari luar diriku.

Berilah aku tangan-MU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku penglihatan-MU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulut-MU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaan-MU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bila akhirnya kami akan bertemu,aku berharap kami berdua dapat mengatakaan, ''Betapa besarnya Engkau kerana telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.''

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan

Juli 27, 2011

SURAT CINTA...’IQRA’...BACALAH !

dari seseorang yang jauh disana..


Saya belajar , cinta itu memberi dan mengerti
Tanpa harus diberi dan dimengerti
Saya belajar, tidak ada yang instan atau serba cepat didunia ini
Semuanya butuh proses dan pertumbuhan

Disetiap sepoi angin yang kau hirup
Ataupun disetiap desah nafas yang kau tiup dari mulut mungilmu
Yang penting kau tetap ingat pada jejak-jejak “Telapak Kaki-Nya”

IQRA’ ... bacalah dengan nama-nama Tuhan-mu
Selaku wakilnya di muka bumi ini...
Pantulkanlah disetiap degup jantungmu , disetiap tetesan keringatmu,
Disetiap hembusan nafasmu....
Usai kau baca surat –NYA , kau akan tahu...

DIA SANG MAHA PENGASIH,
Lantas seberapa kasih dirimu kepada makhluk-NYA?
DIA MAHA PENYAYANG,
Lantas seberapa besar Kasih sayang-mu kepada makhluk-Nya didunia?
DIA-LAH sang Kreator,
Lalu seberapa kreatif dirimu sebagai orang yang mewakili Dia didunia?
DIA MAHA MULIA,
Lalu seberapa jauh dirimu mampu memuliakan hamba-hamba-Nya dimuka bumi?

Subhanallah, memori ini, pikiran ini mengembara
KETIKA SUATU SAAT KITA DITANYA...
“Wahai Pembaca, buat apa banyak membaca kalau tidak ada yang kau siarkan?”
Lebih baik siarkanlah surat-surat-Nya,
Bacaan-bacaan Al-Quran itu apabila engkau budi dayakan
Akan menemanimu sekarang dialam dunia serta kelak dialam kubur atau alam baka
Mereka akan melapangkan-mu disaat sempit,
Menghangatkanmu dimusim dingin,
Menyejukkanmu dimusim panas...
“Wahai pembaca, jangan sia-siakan potensimu!
Walau dulu kau tercipta hanya dari segumpal darah, Tuhan-mu Maha Pemurah
Walau dulu kau tidak bisa berkomunikasi sama sekali selain menangis belaka,
Kini Tuhan-mu telah mengajarkan-mu

Alangkah sia-sianya hidup ini bila disetiap hirupan nafas
Masih saja ada keraguan terhadap nya ....Bila masa depan itu sudah pasti...
Lalu mengapa dalam diri ini masih ada ketakutan-ketakutan yang tidak perlu?
Bila ketakutan Yang seharusnya , hanya Pada-Nya...

Jangan-jangan sudah lama aku terkulai
Bagai orang tuli dan buta sejak di rahim bunda,
Terkulai pula hingga diliang lahat? Gawat.....Astaghfirullah..​.
Badanku menggigil... keringat dingin bercucuran dan aku gugup
Ketika dialam barzah , dua malaikat mendatangiku dengan pertanyaan-pertanyaan
Yang menentukan masa depanku kelak....

Subhanallah...Astaghfirull​ah...
Ya Rabbi alangkah meruginya hamba-Mu ini yang terlena dalam kehidupan ini
Terlena dalam indahnya kehidupan yang bagaikan fatamorgana
Ya Rabb tuntunlah kami dalam setiap langkah, setiap hirupan nafas
Setiap desah kehidupan yang kelak akan dipertanggung jawabkan...

SURAT CINTA...’IQRA’...BACALAH !

dari seseorang yang jauh disana..


Saya belajar , cinta itu memberi dan mengerti
Tanpa harus diberi dan dimengerti
Saya belajar, tidak ada yang instan atau serba cepat didunia ini
Semuanya butuh proses dan pertumbuhan

Disetiap sepoi angin yang kau hirup
Ataupun disetiap desah nafas yang kau tiup dari mulut mungilmu
Yang penting kau tetap ingat pada jejak-jejak “Telapak Kaki-Nya”

IQRA’ ... bacalah dengan nama-nama Tuhan-mu
Selaku wakilnya di muka bumi ini...
Pantulkanlah disetiap degup jantungmu , disetiap tetesan keringatmu,
Disetiap hembusan nafasmu....
Usai kau baca surat –NYA , kau akan tahu...

DIA SANG MAHA PENGASIH,
Lantas seberapa kasih dirimu kepada makhluk-NYA?
DIA MAHA PENYAYANG,
Lantas seberapa besar Kasih sayang-mu kepada makhluk-Nya didunia?
DIA-LAH sang Kreator,
Lalu seberapa kreatif dirimu sebagai orang yang mewakili Dia didunia?
DIA MAHA MULIA,
Lalu seberapa jauh dirimu mampu memuliakan hamba-hamba-Nya dimuka bumi?

Subhanallah, memori ini, pikiran ini mengembara
KETIKA SUATU SAAT KITA DITANYA...
“Wahai Pembaca, buat apa banyak membaca kalau tidak ada yang kau siarkan?”
Lebih baik siarkanlah surat-surat-Nya,
Bacaan-bacaan Al-Quran itu apabila engkau budi dayakan
Akan menemanimu sekarang dialam dunia serta kelak dialam kubur atau alam baka
Mereka akan melapangkan-mu disaat sempit,
Menghangatkanmu dimusim dingin,
Menyejukkanmu dimusim panas...
“Wahai pembaca, jangan sia-siakan potensimu!
Walau dulu kau tercipta hanya dari segumpal darah, Tuhan-mu Maha Pemurah
Walau dulu kau tidak bisa berkomunikasi sama sekali selain menangis belaka,
Kini Tuhan-mu telah mengajarkan-mu

Alangkah sia-sianya hidup ini bila disetiap hirupan nafas
Masih saja ada keraguan terhadap nya ....Bila masa depan itu sudah pasti...
Lalu mengapa dalam diri ini masih ada ketakutan-ketakutan yang tidak perlu?
Bila ketakutan Yang seharusnya , hanya Pada-Nya...

Jangan-jangan sudah lama aku terkulai
Bagai orang tuli dan buta sejak di rahim bunda,
Terkulai pula hingga diliang lahat? Gawat.....Astaghfirullah..​.
Badanku menggigil... keringat dingin bercucuran dan aku gugup
Ketika dialam barzah , dua malaikat mendatangiku dengan pertanyaan-pertanyaan
Yang menentukan masa depanku kelak....

Subhanallah...Astaghfirull​ah...
Ya Rabbi alangkah meruginya hamba-Mu ini yang terlena dalam kehidupan ini
Terlena dalam indahnya kehidupan yang bagaikan fatamorgana
Ya Rabb tuntunlah kami dalam setiap langkah, setiap hirupan nafas
Setiap desah kehidupan yang kelak akan dipertanggung jawabkan...

SURAT CINTA...’IQRA’...BACALAH !

dari seseorang yang jauh disana..


Saya belajar , cinta itu memberi dan mengerti
Tanpa harus diberi dan dimengerti
Saya belajar, tidak ada yang instan atau serba cepat didunia ini
Semuanya butuh proses dan pertumbuhan

Disetiap sepoi angin yang kau hirup
Ataupun disetiap desah nafas yang kau tiup dari mulut mungilmu
Yang penting kau tetap ingat pada jejak-jejak “Telapak Kaki-Nya”

IQRA’ ... bacalah dengan nama-nama Tuhan-mu
Selaku wakilnya di muka bumi ini...
Pantulkanlah disetiap degup jantungmu , disetiap tetesan keringatmu,
Disetiap hembusan nafasmu....
Usai kau baca surat –NYA , kau akan tahu...

DIA SANG MAHA PENGASIH,
Lantas seberapa kasih dirimu kepada makhluk-NYA?
DIA MAHA PENYAYANG,
Lantas seberapa besar Kasih sayang-mu kepada makhluk-Nya didunia?
DIA-LAH sang Kreator,
Lalu seberapa kreatif dirimu sebagai orang yang mewakili Dia didunia?
DIA MAHA MULIA,
Lalu seberapa jauh dirimu mampu memuliakan hamba-hamba-Nya dimuka bumi?

Subhanallah, memori ini, pikiran ini mengembara
KETIKA SUATU SAAT KITA DITANYA...
“Wahai Pembaca, buat apa banyak membaca kalau tidak ada yang kau siarkan?”
Lebih baik siarkanlah surat-surat-Nya,
Bacaan-bacaan Al-Quran itu apabila engkau budi dayakan
Akan menemanimu sekarang dialam dunia serta kelak dialam kubur atau alam baka
Mereka akan melapangkan-mu disaat sempit,
Menghangatkanmu dimusim dingin,
Menyejukkanmu dimusim panas...
“Wahai pembaca, jangan sia-siakan potensimu!
Walau dulu kau tercipta hanya dari segumpal darah, Tuhan-mu Maha Pemurah
Walau dulu kau tidak bisa berkomunikasi sama sekali selain menangis belaka,
Kini Tuhan-mu telah mengajarkan-mu

Alangkah sia-sianya hidup ini bila disetiap hirupan nafas
Masih saja ada keraguan terhadap nya ....Bila masa depan itu sudah pasti...
Lalu mengapa dalam diri ini masih ada ketakutan-ketakutan yang tidak perlu?
Bila ketakutan Yang seharusnya , hanya Pada-Nya...

Jangan-jangan sudah lama aku terkulai
Bagai orang tuli dan buta sejak di rahim bunda,
Terkulai pula hingga diliang lahat? Gawat.....Astaghfirullah..​.
Badanku menggigil... keringat dingin bercucuran dan aku gugup
Ketika dialam barzah , dua malaikat mendatangiku dengan pertanyaan-pertanyaan
Yang menentukan masa depanku kelak....

Subhanallah...Astaghfirull​ah...
Ya Rabbi alangkah meruginya hamba-Mu ini yang terlena dalam kehidupan ini
Terlena dalam indahnya kehidupan yang bagaikan fatamorgana
Ya Rabb tuntunlah kami dalam setiap langkah, setiap hirupan nafas
Setiap desah kehidupan yang kelak akan dipertanggung jawabkan...

SURAT CINTA...’IQRA’...BACALAH !

dari seseorang yang jauh disana..


Saya belajar , cinta itu memberi dan mengerti
Tanpa harus diberi dan dimengerti
Saya belajar, tidak ada yang instan atau serba cepat didunia ini
Semuanya butuh proses dan pertumbuhan

Disetiap sepoi angin yang kau hirup
Ataupun disetiap desah nafas yang kau tiup dari mulut mungilmu
Yang penting kau tetap ingat pada jejak-jejak “Telapak Kaki-Nya”

IQRA’ ... bacalah dengan nama-nama Tuhan-mu
Selaku wakilnya di muka bumi ini...
Pantulkanlah disetiap degup jantungmu , disetiap tetesan keringatmu,
Disetiap hembusan nafasmu....
Usai kau baca surat –NYA , kau akan tahu...

DIA SANG MAHA PENGASIH,
Lantas seberapa kasih dirimu kepada makhluk-NYA?
DIA MAHA PENYAYANG,
Lantas seberapa besar Kasih sayang-mu kepada makhluk-Nya didunia?
DIA-LAH sang Kreator,
Lalu seberapa kreatif dirimu sebagai orang yang mewakili Dia didunia?
DIA MAHA MULIA,
Lalu seberapa jauh dirimu mampu memuliakan hamba-hamba-Nya dimuka bumi?

Subhanallah, memori ini, pikiran ini mengembara
KETIKA SUATU SAAT KITA DITANYA...
“Wahai Pembaca, buat apa banyak membaca kalau tidak ada yang kau siarkan?”
Lebih baik siarkanlah surat-surat-Nya,
Bacaan-bacaan Al-Quran itu apabila engkau budi dayakan
Akan menemanimu sekarang dialam dunia serta kelak dialam kubur atau alam baka
Mereka akan melapangkan-mu disaat sempit,
Menghangatkanmu dimusim dingin,
Menyejukkanmu dimusim panas...
“Wahai pembaca, jangan sia-siakan potensimu!
Walau dulu kau tercipta hanya dari segumpal darah, Tuhan-mu Maha Pemurah
Walau dulu kau tidak bisa berkomunikasi sama sekali selain menangis belaka,
Kini Tuhan-mu telah mengajarkan-mu

Alangkah sia-sianya hidup ini bila disetiap hirupan nafas
Masih saja ada keraguan terhadap nya ....Bila masa depan itu sudah pasti...
Lalu mengapa dalam diri ini masih ada ketakutan-ketakutan yang tidak perlu?
Bila ketakutan Yang seharusnya , hanya Pada-Nya...

Jangan-jangan sudah lama aku terkulai
Bagai orang tuli dan buta sejak di rahim bunda,
Terkulai pula hingga diliang lahat? Gawat.....Astaghfirullah..​.
Badanku menggigil... keringat dingin bercucuran dan aku gugup
Ketika dialam barzah , dua malaikat mendatangiku dengan pertanyaan-pertanyaan
Yang menentukan masa depanku kelak....

Subhanallah...Astaghfirull​ah...
Ya Rabbi alangkah meruginya hamba-Mu ini yang terlena dalam kehidupan ini
Terlena dalam indahnya kehidupan yang bagaikan fatamorgana
Ya Rabb tuntunlah kami dalam setiap langkah, setiap hirupan nafas
Setiap desah kehidupan yang kelak akan dipertanggung jawabkan...

Desember 05, 2010

System Registration of Puskesmas in the Future…

Udah seminggu ini aku praktek klinik di sebuah PUSKESMAS milik pemerintah di sebuah kota. Awalnya aku semangat, karena tertarik akan banyaknya pasien yang dating kesana. Tentunya aku dan teman-temanku sangat senang, karena bisa mendapatkan banyak target untuk tindakan klinik pada pasien di PUSKESMAS itu. Tetapi akhir-akhir ini kami merasa bosan, bagaimana tidak? Semua data-data pasien harus dilaporkan ke pemerintah menggunakan pendataan manual. Kadang aku merasa iba pada petugas PUSKESMAS disana. Mereka selalu bingung untuk membuat laporan, laporan dan laporan. Selalu dikejar deadline, deadline, dan deadline. Apalagi jika mereka dituntut untuk pertanggungjawaban oleh atasan mereka. Huft.. akupun tak berkutik, hanya diam melakukan semua peraturan yang sudah ada. Di siang hari, setelah semua pasien pulang, akupun selalu membantu mereka untuk merekap data-dta yang sudah ada. Tetap tersenyum saja, karena aku selalu berusaha membantu mereka.
Di Indonesia sejarah dan perkembangan rekam medis dijumpai dengan adanya resep-resep jamu warisan nenek moyang yang diturunkan dari generasi ke generasi melalui catatan pada daun lontar dan sarana lain yang dapat digunakan sesuai dengan zamannya.
Walapun pelayanan RM di Indonesia telah ada sejak zaman penjajahan, namun perhatian untuk pembenahan yang lebih baik dapat dikatakan mulai sejak diterbitkannya
1. Keputusan Men.Kes.RI No. 031/Birhup/1972 yang menyatakan bahwa semua rumah sakit diharuskan mengerjakan medical recording dan reporting, dan hospital statistic. Keputusan tersebut kemudian dilanjutkan dengan adanya
2. Keputusan Men.Kes.RI No. 034/Birhup/1972 tentang Perencanaan dan Pemeliharaan Rumah Sakit. “ Guna menunjang Rencana Induk (Master Plan) yang baik, maka setiap RS diwajibkan : mempunyai dan merawat statistik yang up to date, membina medical record berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan “.
3. Keputusan Men.Kes.RI No. 134/MenKes/SK/IV/78, tgl 28 April 1978, tentang SOTK RSU. “ Sub Bagian (Urusan) Pencatatan Medik mempunyai tugas mengatur Pelaksanaan Kegiatan Pencatatan Medik “.
4. UU No. 23 tahun 1992 twntang kesehatan.
5. PP No. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan.
6. Adanya UU Praktik Kedokteran No. 29 tahun 2004.
7. PerMenKes RI No. 269/MenKes/Per/III/2008, tentang Rekam Medik (Medical Record).

Jika Pak Presiden tahu, ataupun Bu Menteri Kesehatan tahu, pasti mereka juga ikut iba. Dan jika aku bertemu mereka suatu saat, aku pasti menyarankan agar semua system registrasi dilakukan dengan bantuan computer. Bukankah sekarang sudah jaman globalisasi? Suatu saat Indonesia harus lebih maju daripada sekarang, harus lebih canggih daripada dulu. Setahuku, lulusan-lulusan sarjana TI sudah cukup banyak di Indonesia. Setidaknya, pemerintah mampu memberdayakan anak bangsa untuk turut membangun bangsa.
Go Indonesia!!! Ayo anak bangsa!!! Bersama kita bangun negara kita!!!

Hidup Mahasiswa!
Hidup Mahasiswa!!
Hidup Mahasiswa!!!