bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

November 10, 2012

Share: Untukmu Yang Akan Menikah & Telah Menikah (Pernikahan)


PERNIKAHAN

Urgensi Pernikahan

Banyak orang yang menikah tanpa berbekal pengetahuan memadai tentang pernikahan. Dia hanya tahu bahwa pernikahan adalah relasi yang sah secara syar’I antara lelaki dengan perempuan, yang terbungkus dalam konsep yang berbeda-beda seiring perbedaan level social dan intelektual masing-masing orang.
Perspektif Islam tentang pernikahan sebenarnya jauh lebih integral dan komprehensif daripada itu, karena Allah telah menjadikan pernikahan sebagai penenang dan penenteram. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Dan salah satu tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tenang padanya. Dia juga menjadikan rasa kasih saying di antara kamu. Sungguh, dalam hal itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Rum: 21)
Pernikahan adalah pondasi masyarakat. Lewat pernikahan, akan terbentuk keluarga yang dapat melindungi dan mencurahkan kasih saying kepada anak-anak, menghasilkan anggota masyarakat yang baik, dan mengalirkan darah baru ke urat-urat masyarakat sehingga menjadi lebih segar, kuat, maju, dan berkembang.

Tidak seorang pun boleh mengatakan, “Aku tidak perlu menikah untuk memuaskan syahwat. Jika ini kulakukan atas dasar suka sama suka, aku tidak merugikan siapa pun!” Sebab, apa yang dilakukannya itu jelas-jelas merupakan perzinaan dan lebih berbahaya bagi masyarakat daripada narkoba dan minuman keras. Efek perbuatannya itu melewati batas-batas kehidupan pribadinya dan menghancurkan sendi-sendi masyarakat secara keseluruhan. Perzinaan mangacaukan tali nasab, menghapus hak dan kewajiban, menyebarkan penyakit, dan menghalangi anak keturunannya dari perlindungan material dan moral.

Pernikahan adalah pelindung individu maupun masyarakat, khususnya kaum perempuan. Islam memotivasi dan menganjurkan pernikahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Nikahkanlah orang yang sendirian di antara kamu dan hamba sahayamu, baik yang laki-laki maupun perempuan, yang saleh dan telah pantas menikah. Jika mereka miskin, Allah akan membuat mereka kaya dengan karunia-Nya. Allah Mahaluas pemberian-Nya dan Maha Mengetahui.” (An-Nur: 32)
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam secara tegas, telah memerintahkan para pemuda untuk menikah. Beliau bersabda, “Wahai para pemuda, jika kamu sudah memiliki kemampuan untuk menikah, menikahlah. Sebab, itu lebih ampuh untuk menjaga [andangan mata dan kehormatanmu. Sedangkan yang belum mampu, hendaknya dia berpuasa, karena itu akan menjadi perisai baginya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Saking pentingnya pernikahan, Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam menganggapnya sebagai separuh agama. Beliau bersabda, “Jika seseorang telah menikah, dia telah melengkapi separuh agamanya. Hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam separuhnya lagi.” (HR. Al-Baihaqi dan Al-Hakim)

Pernikahan adalah satu-satunya cara untuk menjaga kontinyuitas kehidupan manusia dan pemakmuran dunia. Kalau bukan karenanya, spesies manusia akan punah. Pernikahan juga merupakan motivator utama bagi manusia untuk bekerja dan berproduksi. Kalau bukan karenanya, orang takkan bersemangat untuk bekerja dan mencari rezeki.
Orang yang membujang atau berselibat, biasanya tidak normal dan memiliki pemikiran, mimpi, perilaku, dan persepsi yang menyimpang terhadap orang lain. Ia akan lebih mudah tergoda daripada orang yang telah menikah.


Zahirnya, pernikahan memang hanya merupakan langkah untuk menghalalkan persetubuhan. Tapi, pada hakikatnya, ia merupakan pondasi bagi pelbagai hak dan kewajiban yang harus ditunaikan dan diperhatikan secara sungguh-sungguh, agar bahtera rumah tangga dapat berlabuh di dermaga kesejahteraan dan ketentraman.

Nasehat Filosof
Socrates menasehati muridnya (yang takut menikah karena melihat kesengsaraan rumah tangga sang guru) untuk menikah. Socrates berkata, “Dalam kondisi apa pun, engkau tetap harus menikah. Jika engkau mendapatkan istri yang baik, engkau akan berbahagia. Jika engkau mendapatkan istri yang menjengkelkan, engkau akan menjadi orang yang bijaksana. Singkatnya, keduanya menguntungkanmu.”

Vriendelijk groet vanuit Bandung,
November 6th 2012, 05:47 pm (N.Mustika.R)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar