bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

November 20, 2012

Share: Untukmu Yang Akan Menikah & Telah Menikah (Memudahkan Pernikahan)



MEMUDAHKAN PERNIKAHAN

Untuk mengantisipasi gejala muda-mudi yang lambat menikah, pemerintah beserta pelbagai organisasi dan lembaga social harus berinisiatif untuk segera mengkajinya secara aplikatif dan praktis, sehingga solusi yang tepat untuknya dapat segera diimplementasikan, seperti memudah-kan mahar, memudahkan tempat tinggal, mengistimewakan pemberian pinjaman untuk keperluan pernikahan dan perumahan pasagan baru, menghapus citra buruk poligami, dan membentuk lembaga-lembaga social untuk membantu suami istri.

Bisikan yang Terngiang-ngiang di Telinga Pemuda Muslim
Wahai pemuda muslim, jika engkau merasa hasratmu untuk menikah sudah sangat mendesak, maka tengadahkanlah tanganmu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sembari berdoa, dengan tekad bulat, niat tulus, kepasrahan yang tinggi, dan kepercayaan yang penuh kepada-Nya, agar Dia memenuhi hasratmu itu dengan segera. Ketahuilah, kekuasaan Allah tidak dapat dibandingkan dengan kemampuan manusia yang terbatas.

Tanggalkanlah daya upayamu sendiri, serahkan hal ini kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan jangan mempertimbangkan aspek-aspek material semata. Sebab,  menilai masalah ini hanya dengan mempertimbengkan material hanya akan melelahkanmu dan menyia-nyiakan masa mudamu dalam perkara yang mungkin terjadi dan mungkin tidak, karena hal ini merupakan kegaiban yang hanya diketahui oleh Allah.

Pasrahkan diri kepada Allah sambil melaksanakan semua proses duniawi, seperti mengatur masalah financial dengan bijak dan cerdas dan tidak memboroskan uang dalam hal-hal yang dapat engkau tinggalkan. Sebab, penghalang utama bagi para pemuda dari pernikahan adalah “uang”, khususnya karena saat ini peluang kerja semakin sempit, sedangkan harga-harga semakin melambung, setinggi langit.

Obsesi sebagian anak muda sekarang adalah memiliki mobil baru, menenteng HP – bahkan, tidak sedikit anak muda yang menggantinya setiap hari, mengikuti mode dan tren pakaian, mengantongi rokok, membawanovel gaul yang mengikuti perkembangan zaman, bermain kartu atau menongkrongi TV sepanjang malam, menggoda anak-anak gadis lewat telepon atau SMS, tukar menukar kaset atau CD lagu dan film, lalu tidur dari pagi hingga menjelang sore.

Bukankah realitas ini telah melanda banyak pemuda muslim sekarang? Banyak diantara mereka yang putus sekolah, lalu mulai mencari kerja. Jika dia mendapat pekerjaan, jarang sekali yang dapat bertahan lama. Dia berdalih, pekerjaan itu terlalu berat dan melelehkan, atau honornya terlalu kecil dan tidak mencukupi. Mereka memegang filsafat setan, “Belanjakanlah segera uang di sakumu, pasti engkau akan dapati ganti uang saku dari Tuhanmu.”

Jika masalah ppernikahan disinggung-singgung di depannya atau dia membicarakan masalah itu dengan teman-temannya, Anda akan melihatnya mengeluh dan menyesali nasib, lalu membual. ‘jika Allah memberiku rezeki, aku pasti menikah hari ini juga. Tidak menunggu besok, apalagi lusa. Tapi, saying sekali, aku tidak beruntung.” Atau, jika di dalam hatinya masih ada sedikit kebaikan, dia akan berdoa kepada Allah dengan kata-kata orang yang lalai dan malas, “Ya Allah, beri aku rezeki yang banyak, supaya aku dapat menikah.”

Apakah pemuda dengan mentalitas dan perilaku menyimpang itu benar-benar ingin melindungi kehormatan diri? Apakah dia benar-benar mengusahakan pernikahan yang halal? Apakah dia termasuk salah satu dari tiga kelompok yang pasti ditolong Allah, yang salah satunya adalah orang yang menikah karena ingin menjaga kehormatan, ataukah perbuatannya bertentangan dengan perkataannya?

Karena itu, saya katakana sekali lagi, “Mintalah inayah Allah. Jangan lemah, ketahuilah, sedikit uang akan menjadi benyak jika terus dikumpulkan. Dan, sedikit uang yang halal lebih baik daripada uang yang banyak tapi haram dan tidak berkah. Ketahuilah, di balik kesulitan terdapat kemudahan. Giatlah. Buang kemalasan dan kelambanan. Jadilah orang yang bertekad kuat, ulet, dan gigih. Yakinlah bahwa Allah takkan lupa member pahala kepada orang yang berbuat baik.”

November 12, 2012 (N.Mustika.R)
Jakarta, 10:39 am   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar